Selasa, 31 Juli 2012

Beauty and the Beast

Disebuah pedesaan pinggiran, hiduplah seorang ilmuwan tua bernama Maurice. Dia sangat berambisi untuk memenangkan nobel penghargaan penemuan paling bergengsi. Dia tidak hidup sendiri, melainkan dia hidup berdua bersama putri tunggalnya, Belle. Belle adalah gadis tercantik di desa itu. Tak ayal, banyak pria berniat meminangnya. Tak terkecuali, preman desa, Gaston. Gaston mencintai Belle karena kecantikannya semata, bukan karena hatinya. Belle tidak seperti gadis pada umumnya, meskipun dia cantik, Belle tidak menghabiskan waktunya hanya untuk berdandan, dia menghabiskannya didalam perpustakaan. Membaca dan bersenandung, adalah kesenangan Belle. Didalam perpustakaan, ada satu buku yang membuatnya tergila-gila, yaitu buku dongeng tentang pangeran yang dikutuk karena tidak mengenal kasih sayang.

Semuanya berawal saat Maurice pergi ke luar kota untuk mengikuti lomba penemuan terbesar. Ditengah jalan, Maurice tersesat dan dikepung sekawanan serigala. Kemudian, Philip, kuda yang ditunggangi Maurice ketakutan dan hampir masuk kedalam jurang. Karena spontan kaget, Philip berbalik sehingga Maurice pun terjatuh di hutan gelap. Maurice yang ketakutan berlari tak tentu arah. Sampailah ia didepan gerbang sebuah kastil tua. Diapun segera memasukinya untuk meloloskan diri dari kejaran serigala lapar.
Tak disangka, kastil tua itu milik seorang pangeran yang dikutuk menjadi monster buruk rupa karena kesombongannya. Seluruh penghuninya pun berubah menjadi benda-benda, bukan lagi manusia. Maurice langsung saja dijebloskan kedalam penjara menara yang menyeramkan.

Philip kembali ke rumah Belle. Belle sangat khawatir karena Philip pulang tanpa ayahnya. Diapun menyusul ayahnya dan kembali ke kastil menyeramkan itu. Saat Belle memasukinya, penghuni yang berupa benda-benda itu senang bukan main. Mereka berharap, dengan datangnya Belle, maka kutukan itu bisa berakhir. Mereka juga semakin khawatir karena mawar ajaib akan segera layu dan rontok, jika itu terjadi, maka mereka tidak akan bisa kembali semula dan tetap terkutuk selamanya. Maka, mereka menuntun Belle menuju penjara ayahnya. Saat Beast tahu, dia marah bukan main. Namun, dia menawarkan 2 pilihan kepada Belle. Ayahnya bebas dan dia ditawan selamanya, atau ayahnya yang menjadi tawanan selamanya. Belle memilih opsi pertama, dia menggantikan ayahnya. Dia menangis dan sedih karena dia tahu dia tak bisa lagi bertemu ayahnya. Dia membayangkan akan disiksa dan dipenjara.

Bayangan Belle seutuhnya salah. Didalam kastil, dia sangat bahagia. Hari-hari berlalu, banyak hal baru yang ia lalui bersama Beast. Walau mulanya ia takut kepada Beast yang tempramen, akhirnya hati Beast luluh oleh kebaikan dan keteguhan hati Belle yang mengajarinya tentang kasih sayang. Bulan berganti. Hari berlalu. Cinta tumbuh diantara mereka. Sejak Beast menyelamatkan Belle dari serangan kawanan serigala, Belle semakin mencintai Beast. Namun, suatu hari Belle melihat ayahnya terpuruk diterpa hujan salju melalui cermin ajaib Beast. Belle tak sanggup melihat ayahnya menderita. Dengan berat hati, Beast merelakan Belle pergi, dan tak lagi menjadi tawanannya. Beast terpukul dan hanya bisa melamun memikirkan Belle sepanjang hari. Belle pulang dengan membawa cermin ajaib Beast sebagai penghubung mereka.

Gaston, yang telah berambisi menikahi Belle, berniat memasukkan Maurice kedalam rumah sakit jiwa. Maurice yang telah bercerita tentang Beast kepada Gaston dan seluruh warga desa, dianggap gila karena tidak mungkin ada makhluk seperti Beast. Kemudian, Gaston mendesak Belle. Jika dia mau menikah dengannya, ayahnya akan bebas. Tetapi, Belle tidak mau menerima pinangan Gaston yang memaksa. Gaston marah dan menarik ayah Belle kedalam kereta untuk diangkut. Belle tidak mau semua ini terjadi. Dia kemuadian mengambil cermin ajaib dan menunjukkan bahwa Beast benar-benar ada dan dia sangat menyayanginya. Gaston yang cemburu kemudian mengajak warga berbondong-bondong untuk menyerbu kastil Beast dan memprovokasi bahwa Beast bisa memangsa warga jiga terus dibiarkan. Belle kemudian membela Beast. Karena Gaston tidak terima, Belle dan Maurice dikurung didalam gudang bawah tanah. Untung saja, Chips, putra Mrs.Potts diam-diam menyelinap kedalam tas Belle. Kemudian dia menyelamatkan Belle serta Maurice dan segera menyusul ke kastil.

Kastil sudah berhasil diporak-porandakan oleh warga. Namun, pihak Beast menang dalam pertarungan spektakuler itu. Anak buah Beast berpesta pora atas kemenangan mereka. Mereka tidak tahu bahwa Gaston sudah menyelinap ke menara sisi barat, tempat Beast berada. Pertarungan berlangsung. Beast hanya bisa diam saja karena telah patah hati dan putus asa ditinggal orang yang dicintainya. Gaston menguasai Beast sepenuhnya. Tepat saat Gaston akan menghunus Beast, seketika itu Belle bersama Maurice dan Phillip datang. Kekuatan dan semangat Beast kembali. Beast pun memenangkan pertarungan. Nahas, saat Beast berusaha meraih tangan Belle, punggung Beast ditusuk oleh Gaston. Karena kesakitan, Beast menepis Gaston dan Gastonpun terlempar ke jurang.

Hujan semakin deras. Beast tak sanggup lagi bertahan. Belle menangis sambil memegang tangan Beast. Tepat saat helaian mawar ajaib terakhir rontok, Beast sudah tak bernapas lagi. Belle pun menangis histeris dan berkata bahwa dia mencintai Beast. Keajaiban terjadi. Perlahan, kutukan itu sirna. Seluruh istana kembali menjadi istana yang menawan, anak buah Beast menjadi manusia lagi. Dan... Beast kembali menjadi manusia, pangeran yang tampan dan gagah, yang mengerti akan arti cinta dan kasih sayang. Akhirnya, Beast dan Belle menikah dan hidup bahagia selamanya.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar